Binatang Langka dari Sulawesi

Posted on

Berbicara mengenai keanekaragaman hewan di Indonesia, tentu juga harus membicarakan mengenai populasi hewan langka yang terancam punah. Salah satunya adalah binatang langka dari Sulawesi.

Alasan mengapa kami akan mengulas hewan langka Sulawesi adalah karena pulau yang satu ini menyimpan banyak sekali keanekaragaman satwa. Apakah Ikan Pari Boleh Dimakan?  Hanya saja beberapa jenis satwa di Sulawesi mulai langka keberadaannya.

Namun sebelum mengulas mengenai binatang-binatang langka di Sulawesi, kami mengingatkan bahwa mungkin Anda masih kurang familiar dengan beberapa hewan berikut ini. Tentu saja dipengaruhi oleh populasinya yang semakin sedikit.

8 Daftar Binatang Langka dari Sulawesi

Inilah beberapa binatang langka dari Sulawesi yang tentu harus dilindungi agar keberadaannya tetap dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

  1. Wolai

Wolai merupakan beruk hitam khas Sulawesi. Binatang ini memiliki nama latin Macaca Nigra. Umumnya, masyarakat sekitar menyebut beruk hitam ini sebagai Wolai atau Yaki.

Hewan Wolai
Hewan Wolai

Mengenai spesiesnya, Wolai merupakan primata yang memiliki ciri khas bulu berwarna hitam mengkilat di seluruh tubuhnya kecuali pada bagian pantat yang berwarna merah muda. Selain itu, Wolai memiliki jambul di area kepalanya.

Binatang langka khas Sulawesi ini memiliki ekor sepanjang 20 cm sehingga tampak lebih pendek jika dibandingkan dengan jenis primata lain.

Meski demikian, tubuhnya dapat mencapai panjang 44 – 60 cm dengan berat hingga 15 kilogram. Inilah yang membuat tubuh fisik Wolai cenderung lebih besar dibandingkan kera pada umumnya.

Mengenai makanannya, seperti kebanyakan kera, Wolai memakan buah dan tumbuhan. Selain itu, terkadang beruk hitam Sulawesi ini juga memakan siput, serangga, serta aneka invertebrate berukuran kecil.

Sebagai hewan langka dari Sulawesi, Wolai hanya dapat ditemui di beberapa tempat khususnya di hutang Lindung Sulawesi Utara. Di antaranya adalah Cagar Alam Dua Saudara, Manembo Nembo, Pulau Bacan, dan Kota Mobagu.

  1. Anoa

Berbeda dengan Beruk Hitam Sulawesi atau Wolai, Anda mungkin sudah familiar dengan binatang yang satu ini. Anoa merupakan hewan endemik Sulawesi yang juga dikategorikan langka keberadaannya.

Hewan Anoa
Hewan Anoa

Hewan ini terbilang unik. Secara fisik, penampilannya mirip kerbau mulai dari bentuk kepala, kaki, dan tubuhnya. Kulitnya berwarna gelap kecokelatan. Hanya saja, ukuran tubuh Anoa lebih kecil jika dibandingkan dengan kerbau. Tak heran bila banyak yang menyebut Anoa sebagai kerbau kecil atau kerbau cebol.

Mengenai namanya, Anoa sebenarnya merujuk pada genus, bukan spesies. Pada genus Bubalus terbagi menjadi Bubalus Depresicornis atau Anoa dataran rendah dan Bubalus Quarlesi atau Anoa dataran tinggi.

Kedua jenis Anoa tersebut dapat dilihat dari habitat serta ukuran tubuhnya. Pasalnya Anoa dataran rendah memiliki tubuh yang lebih besar apabila dibandingkan dengan Anoa dataran tinggi.

Untuk habitatnya, sebenarnya Anoa tersebar secara merata di wilayah Sulawesi. Hanya saja karena perubahan fungsi hutan dan lahan, kini populasi Anoa menurun cukup drastis seiring berjalannya waktu.

Adapun beberapa wilayah yang dapat Anda kunjungi untuk melihat binatang langka dari Sulawesi ini adalah di Gorontalo, hutan-hutan di Bolaang Mongondow, serta area Pulau Buton.

  1. Ikan Boto Boto

Pernah mendengar binatang langka dari Sulawesi yang satu ini? Ikan Boto Boto mungkin akan terdengar cukup asing di telinga Anda. Bahkan mungkin saja tidak semua orang Sulawesi mengetahui nama ikan ini. Adapun nama ilmiah dari Ikan Boto Boto adalah Glossogobius Matanensis.

Ikan Boto Boto
Ikan Boto Boto

Secara jenisnya, Ikan Boto Boto masuk dalam famili ikan Gobi. Bentuk fisiknya yakni ukuran tubuh sekitar 42 cm sehingga cukup besar dibandingkan jenis famili ikan Gobi pada umumnya.

Mengenai habitatnya sekarang, Ikan Boto Boto hanya dapat ditemukan di sekitar Danau Towuti, Danau Matano, dan Danau Mahalona.

Menurut IUCN, Ikan Boto Boto masuk dalam daftar satwa near threatened atau mendekati terancam punah. Meski demikian, tak sedikit industry perikanan yang masih menangkap Ikan Boto Boto sebagai bahan konsumsi.

  1. Tarsius

Binatang langka dari Sulawesi yang selanjutnya adalah Tarsius. Tentu tak banyak orang yang pernah melihat secara langsung hewan yang satu ini. Tips dan Cara Memilih Ikan Arwana Hal ini karena jumlahnya yang memang sangat terbatas. Selain itu, habitat asli tarsius juga semakin sedikit sehingga sangat jarang ditemukan selain di Cagar Alam.

Tarsius
Tarsius

Sekedar informasi, sebenarnya Tarsius memiliki populasi dan penyebaran yang sangat luas yakni di seluruh Asia Tenggara. Hanya saja karena banyaknya penebangan hutan, perluasan lahan, hingga pembantaian Tarsius yang dianggap hama membuat binatang langka ini hanya dapat ditemui di Sulawesi dan beberapa kepulauan kecil di sekitarnya.

Hal unik dari Tarsius adalah meskipun binatang langka dari Sulawesi ini termasuk primata, namun ciri-cirinya tak begitu mirip dengan primata pada umumnya. Ciri fisik tarsius yakni bertubuh dan berkepala kecil namun memiliki mata yang sangat besar. Berat tubuhnya hanya sekitar 80 gram saja dengan panjang antara 10 – 15 cm. Tak heran jika Tarsius dapat digenggam oleh telapak tangan manusia.

  1. Babirusa

Adapun hewan langka dari Sulawesi yang selanjutnya adalah Babirusa. Nama hewan yang satu ini memang unik, yakni seolah perpaduan antara babi dan rusa.

Babirusa
Babirusa

Namun bentuknya adalah babi. Lantas mengapa disebut sebagai Babirusa? Hal ini karena hewan asli Sulawesi ini memiliki penampilan seperti babi hutan namun kakinya panjang dan kurus seperti rusa.

Setidaknya terdapat 4 spesies Babirusa yakni Babirusa Buru yang bulunya berwarna coklat keemasan, Babirusa Bola Batu, Babirusa Togean, dan Babirusa Sulawesi Utara. Ikan Pari Berkembang Biak dengan Cara Apa? Sebagai hewan liar, binatang yang satu ini memiliki habitat di hutan yang jauh dari pemukiman manusia.

Meski begitu, tak jarang juga ada Babirusa yang memasuki kawasan masyarakat yang terdapat di pinggiran hutan. Jadi tak heran banyak yang menganggap hewan ini sebagai hama dan diburu.

Untuk statusnya sendiri, kini Babirusa masuk dalam kategori binatang langka dari Sulawesi oleh IUCN. Bahkan sudah ada beberapa upaya konservasi untuk melindungi Babirusa dari kepunahan. Mirisnya, tak sedikit upaya pemburuan Babirusa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

  1. Kuskus Beruang

Kuskus merupakan salah satu hewan endemik Sulawesi. Terdapat 2 jenis Kuskus yakni Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops Ursinus) dan Kuskus Beruang Talaud (Ailurops Melatonis).

Kuskus Beruang
Kuskus Beruang

Mengenai ciri fisiknya, Kuskus Beruang Sulawesi memiliki tampilan layaknya beruang namun ukurannya tentu lebih kecil serta memiliki bulu kehitaman. Habitat Asli Ikan Arwana Indonesia dan Ciri-Cirinya Sedangkan Kuskus Beruang Talaud memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan diselimuti oleh bulu berwarna kecoklatan.

Kini, spesies Kuskus Beruang dapat ditemui di kawasan hutan dataran rendah yang lembab dan tropis. Seperti hutan di wilayah Kepulauan Togian, Kepulauan Butung, Kepulauan Peleng, dan Pulau Muna.

Mereka merupakan binatang diurnal dan folivora. Maksudnya adalah aktifitas mereka aktif di siang hari dan menjadikan daun sebagai makanan utamanya.

Alasan mengapa Kuskus Beruang masuk dalam kategori binatang langka dari Sulawesi adalah karena banyaknya perburuan liar.

Hal ini karena tak sedikit kolektor yang mencari Kuskus Beruang baik untuk dipelihara ataupun diawetkan. Selain itu, habitat asli Kuskus juga semakin berkurang sehingga jumlahnya merosot drastis.

  1. Burung Maleo

Seperti yang kita tahu, Indonesia merupakan rumah dari banyak burung eksotik. Salah satunya adalah Burung Maleo. Burung Maleo yang memiliki bentuk fisik layaknya ayam hutan ini menjadi hewan eksotik Sulawesi yang dilindungi.

Burung Maleo
Burung Maleo

Adapun beberapa ciri Burung Maleo adalah tinggi tubuhnya sekitar 55 – 60 cm dengan bulu berwarna hitam. Pada bagian depan tubuhnya tidak berbulu namun memiliki kulit berwarna merah muda pucat.

Ciri lain Burung Maleo adalah kepalanya yang seperti memiliki tonjolan besar di bagian belakang. Tonjolan khas Burung Maleo inilah yang disebut dengan Macrocephalon Maleo.

  1. Rangkong Sulawesi

Binatang Langka dari Sulawesi yang berikutnya adalah Rangkong Sulawesi. Burung ini memiliki beberapa sebutan oleh masyarakat setempat seperti Kangkareng, Engkang, dan Julang. Burung Rangkong Sulawesi sendiri memiliki perilaku yang cukup unik.

Rangkong Sulawesi
Rangkong Sulawesi

Misalnnya beberapa jenis Rangkong akan melakukan pergantian bulu di awal mereka mengerami telur. Bulu-bulu Rangkong akan kembali tumbuh ketika mereka keluar dari sarang atau ketika telur menetas.

Hal unik lain yang harus Anda ketahui dari Burung Rangkong adalah hewan langka Sulawesi yang satu ini cukup pemilih dalam membuat sarang. Apakah Ikan Pari Boleh Dimakan? Ini Penjelasannya Umumnya Rangkong akan memilih pohon berdiameter lebih dari 40 cm serta mencari lubang yang berada pada ketinggian sekitar 20 – 50 meter di atas permukaan tanah.

Hanya saja sangat disayangkan bahwa populasi burung Rangkong saat ini sangat terbatas. Padahal Rangkong Sulawesi menjadi penyebar biji terbaik di hutan.

Pasalnya burung ini memiliki daya jelajah yang mencapai 100 kilometer persegi. Biji-biji tersebut tersebar melalui kotoran serta sisa makanan yang telah mereka makan.

Itulah beberapa daftar binatang langka dari Sulawesi yang populasinya terancam punah. Semoga anak cucu kita kelak masih dapat menikmati keindahan satwa tersebut, semoga bermanfaat sobat binatangmu.com