Hewan Langkah di Indonesia

Posted on
Binatangmu.com Hewan langka yang dilindungi di Indonesia – Seperti yang kita tahu, hewan merupakan salah satu komponen penting dunia yang kehadirannya dapat memberikan kestabilan bagi kehidupan di muka bumi.

Namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan populasi manusia, kehidupan hewan pun mengalami banyak perubahan. Salah satu faktor yang membuat kestabilan populasi hewan berubah adalah berkurangnya habitat alami hewan tersebut.


Tak heran apabila beberapa hewan sudah mulai langka dan kemudian dilindungi, baik di Indonesia ataupun negara-negara lain di dunia.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan di dalamnya. Bahkan beberapa hewan eksotis Indonesia menjadi primadona di mata dunia.

Sayangnya, di Indonesia ada hewan-hewan yang populasinya mulai langka yang kemudian menjadikan mereka sebagai hewan dilindungi. Hewan langka apa sajakah itu? Berikut adalah hewan langka yang dilindungi di Indonesia.

Orang Utan Sumatera dan Kalimantan

Orang Utan Sumatera dan Kalimantan merupakan jenis hewan langka yang dilindungi.
Mengutip dari situs bukubiru, dari laporan IUCN (International Union for the Conservation of Natural Resources), selama 75 tahun terakhir populasi orang utan Sumatera dan orang utan Kalimantan turun hingga 80 persen.
Orang Utan Sumatera
Orang Utan Sumatera
Kurangnya populasi orang utan Sumatera dan Kalimantan sangat dipengaruhi oleh hilangnya habitat asli mereka.
Selain itu, perburuan liar orang utan membawa dampak yang amat besar terhadap langkanya hewan ini. Terlebih jenis orang utan ini hanya setia pada satu pasangan.
Jadi ketika pasangan mereka mati, maka mereka tidak akan kawin dengan orang utan lain sehingga populasinya semakin sedikit.

Harimau Sumatera

Harimau Sumatera merupakan hewan langka yang dilindungi di Indonesia. Menurut WWF (World Wildlife Fund), saat ini harimau Sumatera populasinya tak lebih dari 300 ekor saja.
Harimau Sumatera menjadi satu dari enam sub-spesies harimau yang hasih dapat bertahan hidup hingga saat ini.
Dengan populasinya yang sangat sedikit tersebut, harimau sumatera masuk dalam kategori hewan langka dilindungi yang terancam punah bahkan masuk dalam daftar merah.
Harimau Sumatera
Harimau Sumatera
Mengenai bentuknya, harimau Sumatera memiliki warna kulit yang paling gelap apabila dibandingkan jenis harimau lain.
Meksipun jenis harimau ini juga memiliki warna loreng, namun warnanya cenderung lebih tua. Tubuh harimau Sumatera pun lebih kecil jika dibandingkan dengan semua sub-spesies harimau yang masih hidup.

Komodo

Hewan yang memiliki nama lain Varanus Komodoensis ini juga masuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi di Indonesia.
Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia secara khusus membangun Taman Nasional komodo. Adapun habitat utama kadal raksasa ini adalah di Pulau Komodo, Flores, Rinca, Gili Dasami, dan Gili Motang di Nusa Tenggara.
Komodo pertama kali didokumentasikan pada tahun 1910 oleh penjelajah Eropa. Setelah itu, binatang raksasa ini mulai dikenal dunia dunia pada tahun 1912 ketika Antonie Ouwens menerbitkan paper mengenai komodo.
Komodo
Komodo

Burung Jalak Bali

Seperti halnya komodo, burung Jalak Bali pertama kali ditemukan di tahun 1910. Seperti namanya, burung ini hanya hidup di hutan bagian Barat Pulau Bali.
Sebagai salah satu hewan langka, burung jalak bali merupakan satu-satunya spesies endemic di Bali yang kemudian dinobatkan sebagai lambing fauna Provinsi Bali.
Burung Jalak Bali
Burung Jalak Bali

Badak Jawa dan Sumatera

Badak Smatera memiliki nama latin Dicerorhinus Sumatrensis sedangkan Badak Jawa memiliki nama latin Rhinoceros Sondaicus.
Kedua hewan langka ini menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah dan pecinta satwa.
Badak Jawa dan Badak Sumatera merupakan dua dari lima spesies badak yang masih mampu bertahan hidup dari kepunahan.
Adapun 3 badak yang telah punah adalah Badak India, Badak Putih serta Badak Hitam Afrika.
Badak Jawa dan Badak Sumatera
Badak Jawa dan Badak Sumatera
Kendati demikian, kondisi badak Jawa maupun badak Sumatera sangat memprihatikan.
Maraknya perburuan liar serta hilangkanya habitat mereka menjadikan hewan ini masuk kategori merah sehingga harus benar-benar dijaga kelestariannya.

 Gajah Sumatera

Hewan langka yang dilindungi berikutnya adalah gajah Sumatera. Seiring berjalannya waktu, populasi gajah Sumatera semakin berkuang.
Seperti halnya beberapa hewan langka di atas, gajah Sumatera dikategorikan oleh WWF sebagai hewan langka yang terancam punah.
Oleh karena itulah, alangkah lebih baiknya apabila kita juga menjaga kelestarian mereka.
Gajah Sumatera
Gajah Sumatera

Kanguru Pohon Wondiwoi

Pernah mendengar nama Kanguru Pohon Wondiwoi? Ya, nama hewan ini memang cukup jarang terdengar karena populasinya sangat sedikit.
Sebelum itu, jika Anda menganggap bahwa hewan langka ini hidup di Australia, maka Anda salah.
Pasalnya Kanguru Pohon Wondiwoi merupakan hewan langka endemic yang habitatnya di Papua.
Kanguru Pohon Wondiwoi
Kanguru Pohon Wondiwoi
Hewan langka yang memiliki nama latin Dendrolagus Mayr ini rata-rata berbobot 9,25 kg. Bulunya berwarna hitam suram yang juga bercampur dengan warna kekuningan.
Sedangkan di area tungkai dan pantat hingga ekor, bulunya berwarna keputihan. Menurut IUCN, populasi kanguru pohon hingga saat ini hanya tersisa 50 ekor saja.
Hal tersebut membuat hewan langka ini masuk kategori merah sebagai binatang yang hampir punah.

Anoa

Anoa juga masuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi di Indonesia. Anoa adalah binatang endemik yang dapat ditemui di Sulawesi, terutama Sulawesi Tenggara.
Sekedar informasi, Anoa masuk dalam fauna peralihan (Asiatic – Australis). Adapun status langka yang disandang oleh Anoa telah dimulai sejak tahun 1960-an dimana banyak perburuan anoa untuk diambil daging serta kulitnya.
Meskipun bentuknya seperti sapi, namun anoa tidak dapat dijadikan sebagai hewan ternak karena sifatnya yang sangat agresif. Hal ini pulalah yang menjadi tantangan bagi kita untuk melestarikannya.
Anoa
Anoa

Monyet Hitam Sulawesi

Monyet hitam Sulawesi atau yang juga disebut monyet berjambung merupakan satu dari sekian jenis primata yang hampir punah.
Kondisi tersebut dipengaruhi banyak faktor mulai dari sedikitnya habitat asli mereka hingga perburuan liar untuk koleksi.
Monyet hitam Sulawesi adalah satwa endemik khas pulau Sulawesi yang dapat ditemui di provinsi Sulawesi Utara.
Monyet Hitam Sulawesi
Monyet Hitam Sulawesi

Pesut Mahakam

Apakah Anda pernah mendengar mengenai pesut? Pasti hanya sedikit yang mengetahui satwa langka yang satu ini.
Pesut merupakan seekor mamalia yang juga disebut sebagai lumba-lumba air tawar yang masuk dalam kategori hewan langka dan hampir punah.
Bahkan populasi pesut Mahakam tak lebih dari 50 ekor saja hingga sekarang. Oleh karena itulah pemerintah serta pecinta satwa berusaha keras agar hewan yang satu ini tidak berakhir tragis dan punah.
Pesut Mahakam
Pesut Mahakam

Macan Tutul Jawa

Daftar hewan langka yang dilindungi berikutnya adalah macan tutul Jawa. Hewan yang satu ini memiliki nama latin Panthera Pardus Melas.
Hanya saja, sekarang macan tutul Jawa hampir punah dan menyusul kepunahan spesies sejenisnya yakni Harimau Jawa.
Hewan langka ini menjadi ikan provinsi Jawa Barat.
Macan Tutul Jawa
Macan Tutul Jawa
Macan tutul Jawa menjadi satwa endemik pulau Jawa dan merupakan salah satu dari Sembilan sub-spesies macan tutul di dunia.
Setidaknya terdapat dua jenis macan tutul Jawa yang ada yakni macan tutul berwarna terang dan macan tutul berwarna hitam pekat atau yang lebih dikenal dengan macan kumbang.
Meski memiliki warna yang berbeda, keduanya tetap menjadi satu spesies. Adapun populasinya sekarang, menurut IUCN hanya terdapat tak lebih dari 300 ekor macan tutul Jawa di habitatnya.

Kura-Kura Paruh Betet

Kura-kura memang dikenal sebagai salah satu hewan yang memiliki umur panjang. Namun tahukah Anda bahwa terdapat spesies kura-kura yang sangat langka dan hampir punah? Spesies tersebut adalah kura-kura paruh betet.
Satwa endemik pulau Sulawesi ini sering disebut sebagai Sulawesi Forest Turtle. Sedangkan untuk nama latinnya yakni Leucocephalon Yuwonoi.
Kura Kura Paruh Betet
Kura Kura Paruh Betet
Terdapat alasan mengapa spesies kura-kura ini disebut kura-kura paruh betet. Pasalnya kura-kura yang sudah sangat jarang ditemui ini memiliki bentuk mulut layaknya paruh burung betet.
Kura-kura paruh betet adalah satu dari tujuh jenis reptil yang paling langka di Indonesia. Saking sedikit populasinya, kura-kura paruh betet masuk dalam daftar The World’s 25 Endangered Tortoises and Frehswater Turtles pada tahun 2011 lalu.

Elang Flores

Elang flores atau Nisaetus floris merupakan jenis elang berukuran besar yang berukuran sekitar 71 – 82 cm yang turut memperkaya keragaman burung di nusantara.
Meskipun namanya elang flores, burung ini juga dapat dijumpai juga di Pulau Lombok, Sumbawa, serta pulau kecil Satonda dan Rinca, selain tentu saja di Pulau Flores, Nusa Tenggara.
Kecenderungan populasi elang flores yang terus menurun membuat Badan Konservasi Dunia IUCN menetapkannya sebagai jenis “satu langkah menuju kepunahan”.
Elang Flores
Elang Flores

Kodok Pohon Ungaran

Hewan langka yang dilindungi di Indonesia berikutnya adalah kodok pohon Ungaran.
Hewan yang satu ini berada dalam status hampir punah atau critically endangered menurut IUCN pada tahun 2008.
Menurut salah satu petinggi IUCN, kodok pohon Ungaran menjadi hewan yang banyak diburu baik untuk dimakan atau dijadikan obat.
Selain itu, habitatnya yang semakin sedikit membuat populasi kodok ini semakin sedikit.
Kodok Pohon Ungaran
Kodok Pohon Ungaran
Mengenai habitatnya, kodok Ungaran dapat ditemui di area Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.
Meski demikian, habibat hewan ini tak lebih dari 10 km persegi. Oleh karena itulah sangat jarang ditemui kodok pohon Ungaran belakangan ini.

Burung Trulek Jawa

Pernah mendengar nama burung Trulek Jawa? Burung ini memiliki nama latin Vanellus Macropterus. Ini merupakan jenis burung endemic Jawa yang habitat utamanya ada di daerah rawa serta padang rumput.
Menurut data IUCN, di tahun 2013, populasi burung Trulek Jawa diperkirakan kurang dari 50 ekor saja. Hal inilah yang membuat Trulek Jawa sangat dilindungi.
Burung Trulek Jawa
Burung Trulek Jawa

Burung Kakatua Jambul Kuning

Burung yang memiliki nama latin Cacatua Sulphurea ini juga memiliki populasi yang sangat sedikit.
Menurut kepala BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. Widada, burung Kakatua Jambul Kuning hanya tersisa 145 ekor saja.
Adapun habitat dan sebaran burung ini adalah di Kepulauan Sunda, Bali, Sulawesi, dan Timor-Timor.
Burung Kakatua Jambul Kuning
Burung Kakatua Jambul Kuning

Beruk Mentawai

Beruk Mentawai masuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi di Indonesia. Spesies primata ini disebut sebagai Bokkoi atau Bokoi oleh orang-orang lokal Mentawai.
Sesuai dengan namanya, hewan ini tinggal di Kepulauan Mentawai, lepas pantai Barat Sumatera.
Seperti hewan-hewan langka lain, penurunan populasi beruk Mentawai disebabkan oleh banyak faktor mulai dari penebangan liar hingga perburuan oleh manusia.
Beruk Mentawai
Beruk Mentawai

Gagak Banggai

Corvus Unicolor atau Burung Gagak Banggai sempat dinyatakan telah punah hingga pada tahun 2007, ditemukan kawanan hewan langka ini di alam liar.
Dengan populasinya yang semakin sedikit, para pecinta satwa mengklasifikasikan gagak Banggai sebagai hewan langka. Jenis burung ini memiliki habitat di hutan Sulawesi, khususnya kepulauan Banggai.
Gagak Banggai
Gagak Banggai
Untuk bentuknya, gagak Banggai memiliki ukuran tubuh kurang dari 39 cm. Corak bulunya berwarna hitam pekat dengan iris pucat.
Bagian tubuh lainnya seperti kaki, ekor, hingga leher memiliki kemilau cokelat kusam. Tak hanya itu, biasanya gagak Banggai mengeluarkan suara berderit peluit namun sangat jarang.

Burung Kacamata Sangihe

Burung Kacamata Sangihe atau Zosterops nehrkorni merupakan salah satu satwa (aves) yang telah ditetapkan sebagai burung langka, dan berada dalam kategori status critically endangared oleh IUCN.
Hal ini tidak lain disebabkan karena habitat burung kacamata sangihe yang sangat sempit dan adanya perburuan liar karena burung ini memiliki suara kicauan yang indah.
Bahkan pada tahun 1999 burung ini sempat dinyatakan punah oleh para peneliti dikarenakan kicauannya tidak terdengar lagi di Gunung Sahendaruman dan Gunung Sahengbalira di pulau Sangihe.
Oleh karena itulah, burung kacamata Sangihet ditetapkan sebagai hewan langka yang dilindungi di Indonesia.
Burung Kacamata Sangihe
Burung Kacamata Sangihe

Burung Hantu Siau

Burung Hantu Siau atau Celepuk Siau memiliki nama latin Otus Siaoensis. Burung ini tak hanya langka di Indonesia namun juga sangat dilindungi di dunia.
Burung Hantu Siau merupakan burung endemik yang hanya ada di pulau Siau di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.
Mengenai populasinya, tidak diketahui berapa banyak Celepuk Siau yang masih tersisa.
Burung Hantu ini masuk dalam status konservasi kritis sejak tahun 2000 karena sudah sangat jarang ditemukan.
Burung Hantu Siau
Burung Hantu Siau

Katak Merah (Katak Strawberry)

Katak Strawberry atau yang juga disebut sebagai katak merah adalah jenis katak endemik yang hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Katak merah juga dikategorikan sebagai hewan langka di Indonesia.
Katak Merah (Katak Strawberry)
Katak Merah (Katak Strawberry)

Burung Tokhtor Sumatera

Burung Tokhtor merupakan burung endemik pulau Sumatera yang juga dikategorikan dalam 18 jenis burung langka yang di lindungi di Indonesia.
Bahkan burung Tokhtor Sumatera terdaftar dalam kondisi konservasi khusus dengan tingkat keterancaman atau kepunahan sangat tinggi.
Pada tahun 2000, pupulasinya diperkirakan tak lebih dari 100 individu.
Burung Tokhtor Sumatera
Burung Tokhtor Sumatera
Mengenai status langkanya, burung Tokhtor Sumatera sebenarnya telah dianggap punah pada tahun 1916. Hal ini diperkuat dengan catatan para penjelalah di Indonesia yang tak pernah menemukan burung ini lagi.
Namun setelah itu, pada tahun 1997, seorang pecinta satwa dan penjelalah, Andjar Rafiastanto, berhasil mendokumentasikan burung Tokhtor Sumatera.

Rusa Bawean

Rusa Bawean yang dalam bahasa Latinnya Axis Kuhlii merupakan hewan endemik yang hidup di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Jenis rusa ini merupakan rusa yang populasinya semakin langka dan terancam kepunahan. Rusa Bawean merupakan hewan langka yang hidup nokturnal, lebih sering aktif di sepanjang malam.
Menyukai habitat di semak-semak pada hutan sekunder yang berada pada ketinggian hingga 500 mdpl.
Rusa Bawean
Rusa Bawean
Rusa Bawean memiliki tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan rusa jenis lainnya.
Rusa Bawean mempunyai tinggi tubuh antara 60-70 cm dan panjang tubuh antara 105-115 cm. Rusa ini mempunyai bobot antara 15-25 kg untuk rusa betina dan 19-30 kg untuk rusa jantan.
Selain itu, ciri lain dari rusa ini adalah memiliki ekor sepanjang 20 cm yang berwarna coklat dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Rusa ini mempunyai kecepatan berlari yang sangat cepat dan cerdik.

Merak Hijau

Merak Hijau atau Merak Asia-Selatan merupakan jenis burung merak yang habitatnya ada di Asia. Meski demikian, jenis merak hijau paling banyak ditemukan di Indonesia dibandingkan dengan daerah lainnya.
Burung yang memiliki nama latin Pavo Muticus ini adalah salah satu keluarga dari 3 jenis merak, yakni merak Putih dan merak Biru.
Merak Hijau
Merak Hijau
Untuk bentuknya, burung merak hijau memiliki bulu yang sangat mengkilap. Warnanya adalah hijau keabu-abuan.
Burung merak hijau memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan merak betina. Pada burung merak jantan, ukurannya dapat mencapai 3 meter dengan ekor yang sangat panjang.
Dengan kondisi populasinya sekarang, burung merak hijau masuk dalam daftar hewan langka yang dilindungi di Indonesia.

Hiu Sentani

Hiu Sentani adalah spesies ikan hiu yang hidup di lautan Indo-Pacific. Bahkan beberapa koloni Hiu Sentani juga dapat ditemukan di sungai-sungat luas.
Pada musim hujan, ikan ini akan hidup di air tawar. Sedangkan ketika musim kering, hiu Sentani akan bermigrasi ke daerah teluk atau muara yang menyerupai habitat air laut.
Hiu Sentani
Hiu Sentani
Tak hanya di Indonesia saja, populasi hiu Sentai memang cukup mengkhawatirkan. Hal ini karena perburuan liar hiu Sentani masih sangat marak.
Kondisi inilah yang menjadikan hiu Sentani sebagai hewan langka yang dilindungi di Indonesia dan dunia.
Mengenai habitatnya, Hiu Sentani dapat ditemukan di lautan Australia, Kalimantan, Papua, India, Vietnam, dan Madagascar.
Itulah beberapa jenis Hewan Langka yang Dilindungi di Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, akan lebih baik apabila kita turut menjaga serta melestarikan hewan-hewan tersebut agar tidak punah.
Dengan begitu, anak cucu kita masih tetap dapat menikmati keindahan satwa khas Indonesia tersebut. Semoga apa yang kami bahas pada kesempatan kali ini dapat bermanfaat bagi Anda sobat binatangmu.com