Status Konservasi Orang Utan Sumatera

Posted on

Binatangmu.com Orang utan merupakan satu-satunya kera besar yang hidup di Asia. Jenis kera besar sebenarnya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa spesies, di antaranya adalah gorilla, simpanse, dan bonobo yang hidup di dataran Afrika.

Meski demikian, Orang Utan sendiri awalnya dapat dijumpai di seluruh Asia Tenggara, mulai Jawa hingga ujung Utara Pegunungan Himalaya dan selatan Cina.

Hanya saja, semakin banyaknya perburuan liar Orang Utan selama berpuluh-puluh tahun menyebabkan spesies ini hanya dapat ditemukan di Sumatera dan Borneo.

Nah, untuk itulah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas mengenai beberapa hal penting terkait Orang Utan Sumatera. Mulai dari habitat Orang Utan, makanan, serta statusnya saat ini.

Habitat Orang Utan Sumatera

Orang Utan Sumatera (Pongo Abelli) merupakan spesies Orang Utan yang paling langka. Seperti namanya, spesies Orang Utan ini hidup dan dapat ditemukan di daerah Sumatera.

Apabila dibandingkan dengan kerabat dekatnya, Orang Utan Kalimantan, tubuh Orang Utan Sumatera cenderung lebih kecil.

Orang Utan Sumatera mempunyai tinggi sekitar 4,6 kaki dengan berat 200 pon. Orang Utan betina memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan Orang Utan Jantan.

Orang Utan Sumatera : Habitat, Makanan, dan Status Konservasinya

 

 

Mengenai habitat aslinya, Orang Utan tinggal di daerah hutan hujan tropis dan hutan tanah gambut.

Hal yang sangat disayangkan adalah lebih dari 60% habitat Orang Utan telah rusak sehingga kelangsungan hidup mereka terancam.

Mengutip dari situs kumparan , terdapat beberapa keunikan habitat Orang Utan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Suka Mendiami Hutan yang Subur

Orang Utan umumnya sangat suka mendiami hutan subur yang berada di dataran rendah. Habitat asli Orang Utan sendiri biasanya didominasi oleh tumbuhan khas hutan tropis dan gambut seperti tanaman dari famili dipterocarpaceae.

Hal ini karena hutan hujan tropis maupun hutan gambut menyediakan berbagai sumber makanan seperi biji-bijian, buah-buahan, dan pucuk daun muda.

Karena habitatnya merupakan hutan subur, maka kawasan ini pun menjadi salah satu sasaran manusia untuk dijadikan sebagai perkebunan, hutan budidaya, hingga pertambangan.

Orang Utan Lebih Suka Kawasan yang Tidak Terjamah Manusia

Sekedar informasi, Orangutan merupakan mamalia yang cukup cerdas. Bahkan banyak sekali penelitian yang mengungkapkan bahwa primata ini memiliki kesamaan DNA hingga 97% dengan DNA manusia.

Hal ini pulalah yang menjadikan Orangutan menjadi mamalia yang memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya.

Dengan kecerdasan tersebut, Orangutan juga dapat dengan mudah mengenali sebuah habitat yang ingin ditinggali, apakah tempat habitat Orangutan tersebut telah terjamah oleh manusia atau belum.

Oleh karena itu, ketika habitat asli Orangutan telah dirambah oleh manusia, maka hewan ini cenderung memilih untuk berpindah dari tempat tersebut.

Meski demikian, belakangan banyak ditemukan kasus Orang Utan yang memasuki pemukiman manusia. Bahkan tak sedikit pula Orangutan yang mengganggu perkebunan serta dianggap oleh manusia sebagai hama.

Hal tersebut dapat dikatakan sebagai sebab akibat hilangnya habitat asli Orang Utan. Ketika habitat asli mereka semakin sedikit, maka terpaksa Orangutan akan mencari makanan di kawasan manusia.

Orang Utan Hidup Di Pohon-Pohon yang Tinggi

Keunikan lain dari habitat Orangutan adalah primata ini suka meninggali pohon-pohon tinggi.

Habitat asli Orangutan didominasi oleh tanaman dari kelompok tumbuhan meranti-merantian atau Dipterocarpaceae . Ini merupakan tumbuhan berkayu dengan ketinggian 70 – 85 meter.

Orangutan Sangat Menjaga Tempat Tinggalnya

Hal unik lain yang perlu Anda ketahui dari habitat Orangutan Sumatera adalah hewan ini sangat menjaga habitatnya.

Umumnya, Orangutan dewasa akan melakukan penjelajahan seluas 2 – 10 km setiap harinya. Kebiasaan ini pulalah yang menjadikan Orangutan menjadi agen penyebar biji tanaman terbaik di hutan.

Keuntungan lain dari hal tersebut, Orangutan tetap dapat tinggal di wilayahnya yang terjaga kelestariannya.

Itulah beberapa keunikan habitat serta perilaku Orangutan Sumatera.

Makanan Orangutan Sumatera

Setelah mengetahui habitat Orang Utan. Pada penjelasan berikut akan dipaparkan mengenai jenis makanan Orang utan Sumatera.

Di atas telah dijelaskan bahwa habitat asli Orangutan adalah hutan yang memiliki pepohonan tinggi. Untuk mencari makanan, Orangutan cenderung lebih suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain agar sumber makanannya tetap terjaga.

Selama hutan masih lebat serta kebutuhan makanan Orangutan terpenuhi, primata ini akan tetap mendiami tempat tersebut. Jika makanan dirasa sudah menipis, Orangutan akan berpindah tempat.

Mengutip dari situs Kompasiana, secara umum Orangutan dapat memakan buah-buahan, kulit kayu, serangga, dan daun muda.

Berdasarkan penelitian, selama hidupnya, Orangutan mengonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari 60% buah, 20% serangga, jenis bunga dan kulit kayu 10%. Sisanya yakni mengonsumsi serangga kecil seperti rayap.

Adapun jenis tumbuhan yang buahnya paling sering dikonsumsi oleh orang utan adalah sebagai berikut:

  • Sapindaceae/Sapinndales

Sapindaceae merupakan jenis tumbuhan yang tumbuh subur di Asia, khususnya di hutan-hutan tropis.

Adapun jenis dan macam-macam family Sapindaceae adalah rambuatan, matoa, leci, lengkeng, dan kedondong.

  • Lauraceae

Lauraceae merupakan masuk dalam kategori tumbuhan berbunga. Ada banyak jenis tumbuhan yang diklasifikasikan dalam family Lauraceae.

Di antaranya adalah tumbuhan rempah-rempat berbentuk pohon seperti kayu manis. Selain itu, buah medang dan alpukat juga dimasukkan dalam family Lauraceae.

  • Fagaceae

Makanan Orangutan yang berikutnya adalah buah tumbuhan family Fagaceae . Ini merupakan jenis tumbuhan berbunga.

Adapun jenis tumbuhan Fagaceae adalah petai serta kedelai atau jenis kacang-kacangan.

  • Myrtaceae

Myrtaceae atau suku jambu-jambuan adalah jenis tumbuhan yang paling banyak tersebar di hutan. Family Myrtaceae juga dikonsumsi oleh manusia. Sebagian lainnya bahkan digunakan untuk obat-obatan.

Adapun makanan Orangutan Sumatera dari family Myrtaceae adalah aneka jenis jambu, cengkeh, daun salam, dan kayu putih.

Itulah beberapa jenis makanan Orangutan. Selain jenis makanan di atas, Orangutan memakan serangga kecil dan kulit kayu.

Status Konservasi Orangutan Sumatera

Seperti yang kita tahu, mengenai statusnya sendiri, Orangutan masuk dalam kategori hewan yang dilindungi dan terancam punah atau critically endangered dalam daftar IUCN.

IUCN merupakan singkatan dari Union for Conservation of Nature and Natural Resources. Organisasi ini terkadang juga disebut World Conservation Union.

Ini adalah organisasi internasional yang didirikan sebagai dedikasi untuk melindungi konservasi sumber daya alam.

Kembali pada ulasan mengenai status konservasi Orang Utan, populasi primata ini mengalami penurunan yang sangat drastis dari waktu ke waktu.

Pasalnya dari tahun 1994, orangutan berjumlah lebih dari 12.000 ekor. Namun pada tahun 2003, jumlahnya hanya tinggal 7.300 ekor saja.

Kemudian data tahun 2008 melaporkan bahwa jumlah Orangutan Sumatera hanya ditemukan tak lebih dari 6.500 ekor.

Adapun alasan utama menurunnya populasi orangutan adalah semakin hilangnya habitat asli mereka akibat penebangan serta pembakaran hutan.

Selain itu, perluasan lahan untuk pertanian juga membuat habitat asli Orangutan semakin berkurang. Terlebih adanya para pemburu liar.

Padahal Orangutan merupakan jenis spesies yang sangat penting bagi regenerasi hutan melalui buah-buahan serta biji-bijian yang mereka makan.

Semakin berkurangnya jumlah Orangutan, maka akan semakin hilang pula ratusan spesies tanaman dan hewan-hewan pada ekosistem hutan tropis.

Oleh karena itu, apapun alasannya, melakukan perburuan Orangutan ataupun penggundulan hutan bukan hal yang patut dilakukan.

Mari selamatkan Orangutan dan lingkungannya sehingga kelak anak cucu kita dapat menikmati keberagaman spesies hewan di Indonesia.

Semoga apa yang kami ulas mengenai Habitat, Makanan, Serta Status Konservasi Orangutan Sumatera pada kesempatan kali ini dapat bermanfaat bagi Anda sobat biantangmu.com